• home

To keep up with that growth, Crazy Monkey Baking moved into the back half of the former Aldi's building on Claremont Avenue in January.


Hahaha


Portia de râs!
Posted by Sa Radem Toata Ziua on Monday, May 22, 2017

Rizieq cs Bakal Ketar Ketir, Ini Operasi Besar Besaran Yang Akan Jokowi Lakukan Usai Vonis Ahok

Ahok telah divonis bersalah oleh hakim 2 tahun penjara. Agar hukuman itu langsung dirasakan, hakim memerintahkan agar Ahok langsung ditahan dan dijebloskan dipenjara. Pro-kontra atas vonis Ahok pasti akan terus berlansung. Namun bagi Presiden Jokowi, vonis untuk Ahok itu bisa membuatnya bebas dari belenggu. Mengapa?




Coba bayangkan jika Ahok divonis bebas. Para lawan-lawan Jokowi dengan dendam membara seperti Amin Rais, Din Syamsuddin, AA Gym, Rizieq dan siapapun akan menuduh Jokowi terus-menerus bahwa ia telah membela Ahok. Jokowi akan dituduh mengintervensi pengadilan. Jokowi akan dituduh sebagai pembela penista agama. Walaupun sebetulnya ia tidak seperti yang dituduhkan.

Lalu Rizieq, Buni Yani dan teman-temannya yang sekarang telah ditetapkan sebagai tersangka akan meminta hakim, agar juga divonis bebas dari kasus-kasus hukumnya. Jika demikian maka vonis bebas akan menjadi preseden buruk bagi penegakkan hukum di Indonesia. Hukum di negeri ini ke depan akan tetap buruk di mata rakyat dan di mata dunia.

Dengan adanya vonis atas Ahok, maka ke depan Jokowi akan mulai mengumandangkan revolusi hukum di Indonesia. Kasus-kasus kecil, menengah dan besar harus diproses dengan seadil-adilnya. Kasus E-KTP misalnya yang sekarang menyita perhatian publik dan melibatkan Setya Novanto harus diusut, disidang, diadili dan divonis para pelakunya.

Vonis Ahok 2 tahun penjara itu selalu ada hikmatnya. Memang Ahok harus menjadi korban kebiadaban politik. Namanya akan dikenang sepanjang sejarah sebagai gubernur hebat nan kontroversial di DKI Jakarta sekaligus gubernur penista agama yang membuatnya dikirim ke penjara. Ia selanjutnya disebut sebagai gubernur terpidana. Lalu apa pesan hebat vonis Ahok 9 Mei 2017 itu?

Pertama, fitnah keji yang dialamatkan kepada Jokowi bahwa dia membela Ahok akhirnya tidak terbukti. Jokowi sama sekali tidak membela Ahok. Dalam beberapa kali konferensi pers yang dilakukannya, Jokowi menegaskan tidak membela Ahok. Dengan bukti vonis Ahok sekarang, maka fitnah keji kepada Jokowi itu mentah.

Kedua, vonis hakim itu kepada Ahok adalah sinyal baik bagi hukum di Indonesia. Revolusi hukum telah mulai. Orang yang salah dihukum dan orang benar dibebaskan. Dan Jokowi ingin menghancurkan pandangan buruk atas hukum di Indonesia selama ini yang selalu dipermainkan. Sekarang saatnya hukum ditegakkan.


Ketiga, dengan adanya vonis penjara kepada Ahok, maka mereka-mereka yang telah menista agama, menghina suku lain, menghina presiden, menghina Pancasila akan menerima nasib yang sama. Mereka-mereka yang terbukti melakukan makar akan divonis oleh hakim dengan adil. Semuanya itu bertujuan untuk menyelamatkan negeri ini. Mereka akan dihukum oleh hakim dengan adil. Maka ke depan Rizieq, Buni Yani, Al-Khaththath, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet dan siapapun yang telah dijadikan tersangka oleh kepolisian harus bersiap-siap divonis oleh hakim akibat perbuatan mereka.

Keempat, vonis penjara kepada Ahok memberikan pesan kepada siapapun yang hidup di negeri ini bahwa di masa Jokowi, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Maka bagi mereka yang belum tersandung hukum, harus mulai hati-hati. Anies-Sandi yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta, harus siap-siap mengikuti proses hukum atas kasus-kasus mereka. Jika mereka juga terbukti bersalah atas kasus-kasus hukumnya, mereka juga akan divonis oleh hakim.

Kelima, vonis penjara untuk Ahok itu menjadi senjata Jokowi untuk menegakkan hukum di negeri ini. Pembubaran dan pelarangan HTI mulai 8 Mei 2017 atau sehari sebelum vonis Ahok adalah tindakan keras dan tegas Jokowi untuk mempertahankan NKRI. Ke depan Jokowi akan terus garang, tegas dan fight untuk melawan ormas-ormas keagamaan yang menjadi duri dalam daging seperti FPI yang selama ini telah banyak meletupkan intoleransi di negeri ini.

Keenam, Ahok harus menerima nasibnya sebagai terpidana dan akan menjalankan hukuman penjara selama dua tahun. Dari fakta-fakta hukum yang telah dibacakan oleh hakim terbukti bahwa Ahok telah merendahkan Surat Al-Maidah ayat 51. Ayat ini adalah senjata utama kaum Muslim untuk tidak memilih pemimpin non-muslim memimpin mereka.

Jadi vonis kepada Ahok hari ini adalah era mulainya penegakkan hukum berkeadilan, era mulainya revolusi hukum, era mulainya menghormati keberadaan agama apapun di negeri ini dan era penyelamatan negeri ini dari kegaduhan yang telah menghabiskan banyak energi.

Setelah vonis penjara untuk Ahok, maka sekarang tibalah saatnya bagi Jokowi untuk kembali menata ulang kekuatannya tanpa terbelenggu lagi oleh Ahok. Jokowi kini bisa mulai fight dan melawan siapapun yang ingin mengkudeta dirinya, menyelamatkan NKRI dari rongrongan anti Pancasila dan meneruskan pembangunan infrastrukturnya.

Sementara itu bagi lawan-lawan Ahok yang juga telah berbuat hal yang sama seperti Rizieq Shihab dan telah menyandang status tersangka, siap-siap ketar-ketir menunggu vonis hukuman dari hakim. Begitulah kura-kura.
sumber : braninews

Risma Turun, Massa Pendemo Ahok pun Batal Long March ke DPRD Jatim

Massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim membatalkan aksi long march ke Gedung DPRD Jatim di Jl Indrapura Surabaya guna demonstrasi soal penistaan agama yang dilakukan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Senin (8/5/2017).

Mereka membatalkan aksi long march lantaran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun tangan menemui dan berbicara di tengah massa di depan Pengadilan Tinggi (PN) Jatim Jl Sumatera.
"Saya mohon, kita selesai di sini (Pengadilan Tinggi) ustaz Yunus (koordinator aksi). Tidak usah ke DPRD Jatim," kata Risma di hadapan massa aksi, Senin (8/5/2017).
Menurut Risma, aksi cukup selesai dilakukan di PT Jatim. Alasannya, PT Jatim lah yang akan meneruskan tuntutan massa aksi ke Mahkamah Agung (MA).
Permintaan Risma supaya unjuk rasa tidak diteruskan ke DPRD Jatim, lantaran ini sudah mendekati bulan puasa. Sehingga Kota Surabaya perlu dijaga kententaraman dan ketertiban.
"Saya mohon dengan hormat, kita boleh mengadukan, tapi tadi sudah ketemu dan dijanjikan Ketua Pengadilan Tinggi," terang Risma.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini meminta kepada ustaz Yunus selaku koordinator aksi supaya aksi berakhir di PT Jatim. Karena dikawatirkan, bisa mengganggu saat di jalan menuju DPRD Jatim.
"Jangan sampai nanti di jalan mengganggu dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya mohon dengan hormat, ini menjelang puasa. Saya dengan Pak Kapolrestabes (Kombes Pol Mohammad Iqbal) menjaga Surabaya sudah berat," tutur Risma.
Risma mengingatkan itu, lantaran biasanya jelang bulan suci Ramadan biasanya banyak kejadian macam-macam.
Setelah ditemui dan mendapat imbauan dari Risma, massa GUIB yang awalnya hendak meneruskan aksi ke DPRD Jatim membatalkan diri.
Massa dari berbagai ormas Islam pun mengakhiri unjuk rasa di depan PT Jatim.
"Awalnya mau ke DPRD Jatim, tadi sudah ke Gedung Negara Grahadi dan aksi ke Pengadilan Tinggi. Kami berharap tidak ada intervensi dari penguasa soal sidang dan hukuman ke Ahok. Pelaku penistaan agama harus dihukum berat," ucap ustaz Yunus.
sumber : tribunnews

Mengharukan! Surat Relawan Ahok untuk Anaknya Yg Kristen Ini Buat Semua Orang Menangis Sedih! Share!

Dear My Baby K..

Papa mau cerita untukmu. Cerita tentang mengapa Papa selalu ada di Jakarta. Saking seringnya Papa tinggalkanmu kamu jadi tahu kalo naik sawat itu pasti pergi jauh. Tapi kalo naik motor pergi sebentar. Kalo kamu bilang "Papa naik sawat ya" itu artinya Papa harus membujukmu dengan bermain pesawat terbang. Kamu naik ke bahu Papa lalu kita keliling rumah dengan suara meniru sawat terbang.




Anakku Baby K... 
Hari-harimu tidaklah bisa kudampingi setiap hari. Tidak akan bisa kembali papa dapatkan waktu emas bersamamu itu. Kadang kamu begitu cerewet meminta papa menemanimu seharian bermain. Bermain rumah-rumahan. Habis itu kamu tarik papa main kuda-kudaan. Lalu main umpet-umpetan. Pasti kamu rindu ya karena ditinggal lama. 

Saat malam menjelang tidur kamu bahkan dengan nada tinggi memanggil Papa agar ikut berdoa tidur. Doamu lucu. Singkat. Papa catat hanya 10 detik. Papa tidak mengerti apa yang kamu katakan. Yang terdengar seperti orang menggumam. Tapi Papa tahu kamu sedang mendoakan keselamatan dan perlindungan Tuhan menjaga rumah kita dari orang jahat.

Anakku Baby K...
Berat memang meninggalkanmu saat kamu sedang lucu-lucunya. Tapi sesungguhnya Papa ingin menuliskan cerita tentang perjuangan Papa agar kamu kelak bangga anakku. Papa sedang berjuang agar kelak kamu bisa punya mimpi yang sama dengan si Aisyah temanmu untuk menjadi gubernur di seluruh Indonesia. Papa ingin kamu punya mimpi yang sama dengan si Ahmad anak Pak Abdullah itu agar bisa menjadi Presiden Indonesia.

Mimpimu itu ingin papa perjuangkan karena papa percaya pada konstitusi bangsa. Semua anak bangsa sama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan. Setara, sejajar tanpa kecuali. Pada diri Ahok minoritas China Kristen itu sejarah sepertinya akan tertoreh. Papa hadir berjuang dengan sesama anak bangsa bukan karena Ahok sama-sama seagama dengan papa. Namun karena nilai kebangsaan dan keadilan sedang diperjuangkannya.

Anakku Baby K...

Kemarin Ahok tidak menang. Ia gagal menorehkan sejarah pembuka. Ia kalah setelah hujan peluru hujatan, caci maki, sumpah serapah memberondong dadanya hingga remuk tidak bertulang. Entah apa yang bisa membuat Ahok masih bisa bertahan. Papa tidak tahu. 

Melihat kejam dan bengisnya apa yang dialami Ahok, Papa jadi kecut sendiri. Kecut dan ciut nyali. Papa malu jadinya. Bagaimana mungkin Papa membiarkanmu memiliki mimpi menjadi pelayan publik jika nilai idealismemu kelak dianggap nilai kafir penghuni neraka jahanam haram jadah?

Anakku Baby K... 
Dunia memang tidak adil. Darah dan air mata kakek nenekmu ada dalam pendirian republik ini. Tapi kini seakan darah dan air mata memperjuangkan kemerdekaan ini hendak dihapus oleh manusia rasis dan penuh kebencian.

Papa tidak mengerti dan tidak tahu mengapa bisa terjadi. Dulu tidak begini anakku. Dulu masa kanak kanak papa mereka teman teman papa adalah malaikat bagi papa. Kini mereka menatap buas penuh auman kebencian meneriakkan kafir..kafir...kafir.. dengan penuh kebencian. Apa salah kita terlahir dari rahim ibu yang berbeda suku dan agama? Apa dosa kita tercipta oleh Allah Yang Maha Kuasa dengan perbedaan iman dan etnis? Why?




Anakku Baby K..
Entah bangga atau kecewa papa mau bilang berhentilah bermimpi punya cita dan mimpi menjadi gubernur atau presiden. Bumi tempatmu ini lahir bukanlah bumi nusantara yang dulu. Nusantara tempat nenek moyang kita berburu babi dan rusa tanpa makian dan hinaan. Kini bumi nusantaramu penuh cacian kutil babi bagi kita yang tidak sefaham dan seagama dengan mereka.

My Baby K...
Papa hanya ingin kau tahu anakku..kelak ketika kau dewasa, Papa hanya ingin melihatmu terbang tinggi dengan sayap kokoh mengangkasa ke belahan dunia dimana cinta, harmoni dan keberagaman menjadi rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Pencipta.

Terbanglah anakku...bawalah cinta nan lembut kepada sesamamu tanpa peduli apa agama dan sukunya.
Maafkan papa yang telah lama meninggalkanmu.
Peluk cium sehangat mungkin.

Your papa
Birgaldo Sinaga
sumber :cerianews

Balai Kota Dibanjiri Karangan Bunga untuk Ahok - Djarot

Suasana halaman Balai Kota Jakarta terlihat ramai dan meriah pagi ini. Puluhan karangan bunga berwarna warni memenuhi halaman Balai Kota.
Karangan bunga itu berasal dari pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

.

Menurut salah satu staf Balai Kota, tidak pernah ada karangan bunga seramai ini sebelumnya. "Walau ada acara juga ada karangan bunga, tapi enggak sebanyak ini," ucap staf bernama Rasta, Selasa (25/4/2017)


Beberapa tulisan di karangan bunga pun mengundang tawa PNS dan warga yang ingin mengadu pada Ahok pagi ini. Banyak dari karangan bunga tersebut berisi ucapan semangat dan terima kasih atas kepemimpinan Ahok dan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat selama memimpin Ibu Kota.
"God Bless You Pak Ahok dan Pak Djarot. Thank You For Everything" Dari Cupuers Yang Gagal Move On
"Terima kasih Pak Ahok-Pak Djarot Sukses Selalu Dalam Berkarir" Dari Kami Yang Patah Hati
sumber :  liputan6